Aksi Unik KDM di Cianjur: Bayar Dokter Pakai Sirsak hingga Gelontorkan Rp50 Juta untuk Pasien Tak Mampu
CIANJUR — Sebuah momen inspiratif sekaligus di luar nalar terjadi di salah satu tempat praktik dokter spesialis di Cianjur. Mantan Bupati Purwakarta yang juga tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dibuat tercengang saat mendapati seorang dokter yang mempraktikkan metode pelayanan kesehatan yang sangat humanis—di mana pasien tak mampu cukup membayar biaya berobat menggunakan buah sirsak atau hasil bumi lainnya.
Kunjungan yang diabadikan dalam video berdurasi sekitar 23 menit ini memperlihatkan sisi lain pelayanan medis yang jauh dari kesan kaku. Sang dokter menerapkan sistem pembayaran berbasis keikhlasan atau yang kerap disebut sebagai "ijab kabul" medis. Bagi warga yang mampu, biaya disesuaikan dengan kemampuan finansial. Namun, bagi warga yang tidak memiliki biaya, pengobatan digratiskan dan diperbolehkan membayar seikhlasnya menggunakan buah-buahan yang mereka bawa dari kebun, seperti sirsak.
Dalam interaksinya bersama warga dan sang dokter, KDM tampak kagum dengan pendekatan emosional dan psikologis yang dibangun sebelum pemeriksaan dilakukan. Menurut sang dokter, membangun kenyamanan batin dan motivasi pasien adalah langkah awal yang sangat penting dalam proses penyembuhan.
Selain memeriksa warga, sang dokter juga membagikan edukasi kesehatan praktis melalui rumus MODIS untuk menjaga kebugaran tubuh, yang meliputi:
- M (Motivasi): Memiliki niat dan dorongan kuat untuk hidup sehat.
- O (Olahraga): Rutin beraktivitas fisik minimal 30 menit sehari, menggabungkan latihan kardio dan beban untuk menjaga kekuatan tulang serta membakar gula darah.
- D (Gizi Seimbang): Mengatur pola makan sehat, termasuk cermat mengontrol asupan garam dan gula.
- I (Istirahat): Memenuhi waktu tidur yang berkualitas.
- S (Stres Manajemen): Mengelola pikiran agar terhindar dari stres berlebih.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi luar biasa sang dokter yang ikhlas melayani masyarakat kecil, KDM secara langsung menitipkan dana bantuan sebesar Rp50 juta. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk membantu melunasi biaya pengobatan warga kurang mampu yang datang berobat ke tempat praktik tersebut.
Tidak hanya berhenti pada bantuan medis, dalam kunjungan tersebut KDM juga memfasilitasi warga agar terhubung dengan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta menyempatkan diri menyapa dan mendoakan warga yang baru saja melahirkan di sekitar lokasi.
Aksi nyata ini menjadi potret hangat mengenai kolaborasi antara empati tenaga medis dan kepedulian tokoh publik dalam menghadirkan akses kesehatan yang merata dan memanusiakan masyarakat di Jawa Barat.
Nonton video lengkapnya :

Komentar
Posting Komentar